Tampilkan postingan dengan label Menanam Dipolybag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menanam Dipolybag. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2018

Teknik Perawatan TANAMAN VARIEGATA

Teknik Perawatan TANAMAN VARIEGATA

Perawatan Tanaman Kelas Atas Variegata
Media
Syarat : Porous agar sirkulasi  air dan udara terjaga sehingga akar berkembang dengan baik

Dari Supriyadi: 15 kg pakis kasar, 0,5 kg kaliandra, dan serbuk sabut kelapa, pupuk kandang, dan pasir malang secukupnya untuk pot berukuran 20 cm.
Dari Albert Siregar: pakis kasar, andam, dan pupuk kandang fermentasi
Dari Nanang Koswara: pakis kasar, kaliandra, sekam mentah, dan pupuk kandang masing-masing 1 : 0,5 : 0,25 : 0,25

Pemupukan
Syarat : Pupuk lambat urai yang mengandung unsur nitrogen rendah dan pupuk daun khusus untuk tanaman variegata.
Frekuensi : Pupuk lambat urai setiap 6 bulan, sedangkan pupuk daun cukup 2 pekan.


Tempat tumbuh
Syarat : Sinar matahari yang masuk harus merata. Bila menggunaakan jaring penenduh sesuaikan kerapatan dengan iklim setempat Semakin panas maka semakin rapat agar tanaman tidak terbakar.

Penyiraman
Saat musim kemarau siram setiap hari, sedangkan musim hujan cukup 2—3 hari

Cegah hama dan penyakit

Hama : Kutu putih Nipaecoccus nipae (gejala: Bintik-bintik kunirig pada daun).
Cara mencegah : lnsektisida kontak yang ditambah dengan deterjen.

Penyakit : Busuk batang Erwinia corotovora (gejala: Bercak kekuningan berbentuk cekung dan berair di batang).


Cara mencegah : Sanitasi lingkungan
Cara Menanam KANGKUNG DALAM POLYBAG

Cara Menanam KANGKUNG DALAM POLYBAG



Kangkung merupakan salah satu sayuran favorit bagi ibuk-ibuk untuk disajikan sebagai lauk sehat keluarga. Hal ini cukuplah beralasan karena dengan sering mengkonsumsi kangkung maka kamu akan terhindar dari beberapa penyakit seperti anemia, sembelit dan insomnia. Pengolahan menjadi sayur kangkung tidaklah terlalu repot cukup dengan tambahkan beberapa butir bawang merah, bawang putih, cabai dan sedikit penyedap. Dapat juga ditambahkan dengan beberapa potong daging untuk menambahkan protein hewani kedalam sayur untuk disantap bersama keluarga.

Agar kita selalu mendapatkan tananam kangkung tetap segar dengan kandungan gizi yang masih utuh, kita dapat melakukan usaha penanaman sendiri, hal ini dijamin segar karena kangkung langsung kita petik dari pekarangan. 

Untuk penanam kangkung tidaklah sulit yang diperlukan hanyalah kemauan dan ketelatenan. Tidaklah harus dalam skala besar karena disekitar pekarangan rumah kita juga dapat kita manfaatkan untuk menanam kangkung. Jadi mulai sekarang cobalah untuk menanam kangkung kamu sendiri, bisa menggunakan polybag atau semacamnya dan letakkan dipinggir rumah kamu, cukup mudah bukan.? Selanjutnya silahkan simak penjelasan lengkap penanaman kangkung mulai dari biji hingga panen.


1. Tahap Persiapan


- Media Tanam


(Photo media tanam tanah, sekam bakar, dan kotoran kambing)
Media tanam dapat menggunakan campuran Tanah top soil - Sekam bakar - kotoran kambing dengan perbandingan 1 : 1: 1. Untuk yang kesulitan menemukan bahan diatas, dapat diganti dengan media tanam lain sesuai ketersediaan disekitar anda.

- Pencampuran Media Tanam

(Photo pencampuran media tanam tanah, sekam bakar, dan kotoran kambing)
Setelah bahan terkumpul kemudia lakukan pencmpuran menggunakan tangan secara merata.

- Masukkan Media Kedalam Polybag
(Photo pemasukan media ke polybag)
Masukan media yang telah tercampur rata tersebut kedalam polybag berukuran besar hingga terisi penuh. Gunakanlah alat bantu sekop kecil untuk memudagkan pengisian polibag tersebut.

Namun selain polybag dan pot, untuk menghemat modal kamu juga dapat menggunakan wadah dari barang-barang bekas disekitar kamu yang tidak terpakai dan masih dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam, beberapa dimana diantaranya ada: 1. Botol air mineral, 2. kayu bekas, 3. timba cet bekas, 4. kaleng tin bekas, 5. talang bekas, dan 6. drum bekas


(Photo wadah menanam dengan 1. Botol air mineral, 2. kayu bekas, 3. timba cet bekas, 4. kaleng tin bekas, 5. talang bekas, dan 6. drum bekas)

- Pemberian Pupuk Awalan
(Photo penambahan pupuk dasaran kedalam media tanam)
Pupuk awalan pada kangkug dapat menggunakan pupuk NPK dengan jumlah 1 sendok makan saja.

- Pengadukan Pupuk
(Photo pencampuran pupuk dengan media tanam)
Lakukan pengadukan menggunakan tangan secara manual hingga merata, jangan biarkan pupuk menumpuk hanya pada satu area saja.

- Penyiraman Media Tanam
(Photo penyiraman media tanam)
Gunakanlah alat penyiram untuk membantu memudahkan penyiraman air pada media tanam tersebut, dan gunakanalah air bersih untuk menyiram tanaman tersebut.

2. Tahap Penanaman

- Penanaman benih

(Photo penaburan benih pada penanaman kangkung)
Gunakanlah benih yang telah bersertifikat dan yang terjamin kualitasnya kerena benih tanaman akan mempengaruhi pada pertumbuhan si tanaman tersebut. Ada banyak sekali pilihan benih yang tersedia di pasaran dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Lakukan penaburan benih secara merata dan jangan telalu berlebihan karena jika berlebihan maka pertumbuhan si kangkung tersebut tidak akan bagus, akan pengaruh pada hasil tanaman dimana pada waktu pertumbuhannya cenderung lebig lama dan ukuran tanaman lebih kecil.

3. Perawatan

- Penyiraman
(Photo kangkung mulai tumbuh dan penyiraman pada tanaman kangkung)
Setelah 3 hari, benih akan mulai berkecambah dan akan terus tumbuh besar, selama masa pertumbuhan tanaman membutuhkan air untuk pertumbuhan, usahakan ketersediaan air tetap cukup untuk tananaman kangkung ini.

- Pemupukan Susulan
(Photo pengencer anpupuk susulan pada penanaman kangkung)
Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan cara sistem kocor. Larutkan pupuk NPK kedalam air dengan jumlah 1 gr/Liter. Selanjutnya dapat diaplikasikan dengan bantuan alat penyiram.

- Pengusiran hama
(Photo tanaman kangkung)
Lakukanlah pengusiran hama secara berkala dengan bahan alami, bisa menggunakan kulit bawang, daun sirsak dsb. Hindari pengunaan pestisida kimia ya untuk meminimalisir gangguan kesehatan

4. Pemanenan

Pemanenan kangkung dapat dilakukan setelah umur 25-28 hari setelah tanam. Dapat dilakukan denga cara mencabutnya secara langsung ataupun dengan cara dipotong dengan pisau sehingga tanaman akan tetap tumbuh menghasilkan tunas baru lagi.

(Photo pemanenan kangkung)


Catatan: untuk dapat menghasilkan kangkung secara rutin, caranya adalah dengan menanam kangkung secara berkala setiap 3 hari atau 4 hari sekali menanam dengan jumlah polybag yang dapat disesuaikan. Hal ini akan membantu kita untuk tetap dapat melakukan pemanenan kangkung setiap 3 hari atau 4 hari sekali, cukup mudah bukan.
Cara Menanam JAGUNG DALAM POLYBAG

Cara Menanam JAGUNG DALAM POLYBAG

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang dapat dijadikan makanan pokok serta dapat djadikan pelengkap sayuran untuk disajikan sebagai lauk sehat keluarga.

Agar kita selalu mendapatkan tananam jagung tetap segar dengan kandungan gizi yang masih utuh, kita dapat melakukan usaha penanaman sendiri, hal ini dijamin segar karena jagung langsung kita petik dari pekarangan. Untuk penanam jagung tidaklah sulit yang diperlukan hanyalah kemauan dan ketelatenan. 

Tidaklah harus dalam skala besar karena disekitar pekarangan rumah kita juga dapat kita manfaatkan untuk menanam jagung. Jadi mulai sekarang cobalah untuk menanam jagung kamu sendiri, bisa menggunakan polybag atau semacamnya dan letakkan dipinggir rumah kamu, cukup mudah bukan.? Selanjutnya silahkan simak penjelasan lengkap penanaman jagung mulai dari biji hingga panen.

1. Tahap Persiapan


- Media Tanam

(Photo media tanam tanah, sekam bakar, dan kotoran kambing)
Media tanam dapat menggunakan campuran Tanah top soil - Sekam bakar - kompos kotoran kambing dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk yang kesulitan menemukan bahan diatas, dapat diganti dengan media tanam lain sesuai ketersediaan disekitar anda.

- Pencampuran Media Tanam

(Photo pencampuran media tanam tanah, sekam bakar, dan kotoran kambing)
Setelah bahan terkumpul kemudia lakukan pencmpuran menggunakan tangan secara merata.

- Masukkan Media Kedalam Polybag
(Photo pemasukan media ke polybag)
Masukan media yang telah tercampur rata tersebut kedalam polybag berukuran besar hingga terisi penuh. Gunakanlah alat bantu sekop kecil untuk memudahkan pengisian polibag tersebut.

Namun selain polybag dan pot, untuk menghemat modal kamu juga dapat menggunakan wadah dari barang-barang bekas disekitar kamu yang tidak terpakai dan masih dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam, beberapa dimana diantaranya ada: 1. timba cet bekas, dan 2. kaleng tin bekas
(Photo wadah menanam dengan 1. timba cet bekas, 2. kaleng tin bekas)
- Pemberian Pupuk Dasaran
(Photo penambahan pupuk dasaran kedalam media tanam)
Pupuk awalan pada jagung dapat menggunakan pupuk NPK dengan jumlah 1 sendok makan saja.

- Pengadukan Pupuk
(Photo pencampuran pupuk dengan media tanam)
Lakukan pengadukan menggunakan tangan secara manual hingga merata, jangan biarkan pupuk menumpuk hanya pada satu area saja.

- Penyiraman Media Tanam
(Photo penyiraman media tanam)
Gunakanlah alat penyiram untuk membantu memudahkan penyiraman air pada media tanam tersebut, dan gunakanalah air bersih untuk menyiram tanaman tersebut.

2. Tahap Penanaman

- Penanaman benih

(Photo penaburan benih pada penanaman jagung)
Gunakanlah benih yang telah bersertifikat dan yang terjamin kualitasnya kerena benih tanaman akan mempengaruhi pada pertumbuhan si tanaman tersebut. Ada banyak sekali pilihan benih yang tersedia di pasaran dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Lakukan peberian benih sebanyak 2 benih saja untuk tiap polybagnya.

3. Perawatan

- Penyiraman
(Photo jagung mulai tumbuh dan penyiraman pada tanaman jagung)
Setelah 3 hari, benih akan mulai berkecambah dan akan terus tumbuh besar, selama masa pertumbuhan tanaman membutuhkan air untuk pertumbuhan, usahakan ketersediaan air tetap cukup untuk tananaman jagung ini.

Lakukan secara berkala sekitar 3 atau 4 hari sekali disaat kondisi tidak terlalu panas, namun penyiraman dapat ditingkatkan lagi jika memasuki musim kering dapat juga anda lakukan penyoraman setiap hari bila perlu.

- Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan sistem kocor dan dengan sistem tabur biasanya diberikan setelah jagung berumur 7 atau 10 hari setelah tanam dan disusul kembali pada 7 atau 10 hari selanjutnya.
(Photo pengenceran pupuk susulan pada penanaman jagung)
Pada sistem kocor dapat dilakukan dengan melarutkan pupuk NPK kedalam air dengan jumlah 5 gr/Liter. Selanjutnya dapat diaplikasikan dengan bantuan alat penyiram dengan interval pemupukan dapat dilakukan sekitar 7-10 hari sekali.
(Photo penaburan pupuk susulan pada penanaman jagung)
Jika dengan sistem tabur maka dosis yang digunakan adalah pupuk NPK sebanyak 5 gram untuk tiap polybagnya, namun sebelumnya lubangi tanah yang ada dipolybag menggunakan tugal atau semacamnya kemudian masukkan pupuk tersebut kedalamnya, selanjutnya tutup dengan tanah kembali.

- Pengusiran hama
(Photo tanaman jagung)
Lakukanlah pengusiran hama secara berkala dengan bahan alami, bisa menggunakan kulit bawang, daun sirsak dsb. Hindari pengunaan pestisida kimia ya untuk meminimalisir gangguan kesehatan.

4. Pemanenan

Pemanenan jagung dapat dilakukan setelah jagung umur 70-75 hari setelah tanam atau dapat dilihat dari tanda rambut pada jagung yang mulai memirang dan kering. Pemanenan dapat dilakukan denga cara memutik tongkol jagung yang berada pada tangkai dengan menggunakan tangan ataupun dengan bantuan pisau.
(Photo pemanenan jagung)



Bagaimana? Cukup Mudah Bukan?...
Cara Menanam BAYAM DALAM POLYBAG

Cara Menanam BAYAM DALAM POLYBAG

Bayam merupakan tanaman hijau yang kaya akan gizi, terutama zat besi/Zinc yang cukup tinggi, berguna untuk menjaga kesehatan seperti menjaga kesehatan mata, menutrisi tulang sendi, anti inflamasi, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah diabetes, menjaga kesehatan otak dan memori. Pengolahan menjadi sayur bayam tidaklah terlalu repot sama halnya dengan kangkung dan sawi, cukup dengan tambahkan beberapa butir bawang merah, bawang putih, cabai dan sedikit penyedap. Dapat juga ditambahkan dengan beberapa potong daging untuk menambahkan protein hewani kedalam sayur untuk disantap bersama keluarga.

Cara untuk selalu mendapatkan tananam bayam yang segar dengan kandungan gizi yang masih utuh namun tidak mau repot-repot pergi ke pasar.? Mudah.. caranya cukup dengan melakukan usaha penanaman sendiri, hal ini dijamin segar karena bayam langsung kita petik dari pekarangan. 

Untuk penanam bayam tidaklah sulit yang diperlukan hanyalah kemauan dan ketelatenan. Tidaklah harus dalam skala besar karena disekitar pekarangan rumah kita juga dapat kita manfaatkan untuk menanam bayam. Jadi mulai sekarang cobalah untuk menanam bayam kamu sendiri, bisa menggunakan polybag atau semacamnya dan letakkan dipinggir rumah kamu, cukup mudah bukan.? Selanjutnya silahkan simak penjelasan lengkap penanaman bayam mulai dari biji hingga panen.


1. Tahap Persiapan


- Media Tanam


(Photo media tanam tanah, sekam bakar, dan kompos)
Media tanam dalam penanaman bayam, kami menenggunakan campuran Tanah top soil - Sekam bakar dan kompos, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk yang kesulitan menemukan bahan diatas, dapat diganti dengan media tanam lain sesuai ketersediaan disekitar anda.

- Pencampuran Media Tanam

(Photo pencampuran media tanam tanah, sekam bakar, dan kompos)
Setelah bahan terkumpul kemudia lakukan pencmpuran menggunakan tangan secara merata.  Gunakan ayakan untuk menyaring beberapa sampah yang masuk kedalam media tanam karena akan mengganggu pertanaman bayam.

- Masukkan Media Kedalam Polybag
(Photo pemasukan media ke polybag)
Masukan media yang telah tercampur rata tersebut kedalam polybag berukuran besar hingga terisi penuh. Gunakanlah alat bantu sekop kecil untuk memudagkan pengisian polibag tersebut.

Namun selain polybag dan pot, untuk menghemat modal kamu juga dapat menggunakan wadah dari barang-barang bekas disekitar kamu yang tidak terpakai dan masih dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam, beberapa dimana diantaranya ada: 1. Botol air mineral, 2. kayu bekas, 3. timba cet bekas, 4. kaleng tin bekas, 5. talang bekas, dan 6. drum bekas


(Photo wadah menanam dengan 1. Botol air mineral, 2. kayu bekas, 3. timba cet bekas, 4. kaleng tin bekas, 5. talang bekas, dan 6. drum bekas)

- Pemberian Pupuk Awalan
(Photo penambahan pupuk dasaran kedalam media tanam)
Pupuk awalan pada bayam ini sama dengan tanaman kangkung dan sawi, cukup gunakan pupuk majemuk NPK dengan jumlah 1 sendok makan saja untuk 1 polybag.

- Pengadukan Pupuk
(Photo pencampuran pupuk dengan media tanam)
Lakukan pengadukan pupuk dan tanah tersebut menggunakan tangan secara manual hingga rata, jangan biarkan pupuk menumpuk hanya pada satu area.

- Penyiraman Media Tanam
(Photo penyiraman media tanam)
Selain untuk menyediakan ketersediaan air, penyiraman juga dapat berguna berguna untuk memadatkan tanah dan membantu melarutkan pupuk dasaran sehingga dapat merata pada seluruh tanah. Gunakanlah air yang bersih serta gunakanlah alat bantu gembor untuk memudahkan penyiraman air pada media tanam tersebut, dan gunakanalah 

2. Tahap Penanaman

- Penanaman benih

(Photo penaburan benih pada penanaman bayam)
Ada banyak sekali pilihan farietas tanaman bayam yang beredar dipasaran dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetaplah gunakanlah benih yang telah bersertifikat dan yang terjamin kualitasnya kerena benih tanaman akan mempengaruhi pada pertumbuhan si tanaman tersebut.

Lakukan penaburan benih secara merata dan jangan telalu rapet karena jika terlalu rapet akan menyebabkan pertumbuhan si bayam tersebut tidak akan bagus, akan pengaruh pada hasil tanaman dimana pada waktu pertumbuhannya cenderung lebih lama dan ukuran tanaman lebih kecil.

3. Perawatan

- Penyiraman
(Photo bayam mulai tumbuh dan penyiraman pada tanaman bayam)
Setelah 3 hari, benih akan mulai berkecambah dan akan terus tumbuh besar, selama masa pertumbuhan tanaman membutuhkan air untuk pertumbuhan, usahakan ketersediaan air tetap cukup untuk tananaman baya mini.

- Pemupukan Susulan
(Photo pengencer anpupuk susulan pada penanaman bayam)
Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan cara sistem kocor. Larutkan pupuk NPK kedalam air dengan jumlah 1 gr/Liter, dilakukan secara interval selang waktu 5 atau 6 hari sekali selama penanaman. 

- Pengusiran hama
(Photo pembasmian hama pada bayam)
Lakukanlah pengusiran hama secara berkala, lakukan dengan tangan jika hanya ada 1 atau 2 hama saja, seterusnya untuk pengendalian secara penuh dapat menggunakan pestisida alami, dengan menggunakan kulit bawang, daun sirsak dsb. Hindari pengunaan pestisida kimia ya untuk meminimalisir gangguan kesehatan.

4. Pemanenan

Pemanenan bayam dapat dilakukan setelah tanaman berumur 20-25 hari setelah tanam. Lakukan denga cara mencabutnya secara langsung.
(Photo pemanenan bayam)
Catatan: untuk dapat menghasilkan bayam secara rutin, caranya adalah dengan menanam bayam secara berkala setiap 3 hari atau 4 hari sekali menanam dengan jumlah polybag yang dapat disesuaikan. Hal ini akan membantu kita untuk tetap dapat melakukan pemanenan bayam setiap 3 hari atau 4 hari sekali, cukup mudah bukan.