Tampilkan postingan dengan label Hidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidroponik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2018

Cara Menanam SELEDRI HIDROPONIK

Cara Menanam SELEDRI HIDROPONIK

Tanaman seledri atau dengan naman latin: Apium graveolus L. merupakan jenis tanaman sayuran bumbu yang berasal dari benua Amerika. Tanaman ini biasa digunakan sebagai bumbu penyedap makanan, serta dapat dijadikan sebagai obat bagi beberapa masalah kesehatan seperti  insomnia, meperlancar buang air, menguatkan urat syarat, mengobati kerontokan rambut dan dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi.

Dilihat dari fungsinya, prospek tanaman seledri cukup cerah, baik di pasar lokal maupun, untuk keluar daerah. 

Seledri ini juga dapat dibudidayakan secara hidroponik lo, dan caranya sangat mudah sekali cukup hanya bermodal dengan kemauan dan ketelatenan. Dengan menggunakan sistem hidroponik ini, kamu akan mendapatkan banyak kemudahan dan untung yang lebih karena dengan budidaya secara hidroponik akan menambah nilai harga dari sebuah sayuran tersebut.

berikut akan saya jelaskan proses penanaman seledri mulai dari benih hingga panen yang disertai dengan gambar untuk memperjelas.

1. Pembibitan

- Penyiapan Bahan dan Alat
(Photo bahan dan alat pada pembibitan seledri hidroponik)
Siapkan bahan dan alat yang akan dibutuhkan selama masa pembibitan seledri, cukup menggunakan barang yang tersedia dirumah kamu saja. Adapun bahan dan alat yang diperlukan diantaranya adalah

Bahan: Benih seledri, Rockwool, dan Air
Alat: Gunting, Baskom, geraji besi, dan Mangkok kecil.

- Persiapan Rockwool
(Photo pemotongan rockwool)
Ketebalan dari rockwool biasanya hanya 2-3 cm saja. Selanjutnya lakukan pemotongan rockwool dengan bantuan geraji besi, namun harus hari hari ya. Dalam 1 lembar rockwool ini dapat dibuat menjadi beberapa bagian kecil lagi sesuai dengan keinginan.

-  Persiapan Benih
(Photo persiapan benih pada pembibitan seledri hidroponik)
Awali dengan membuka bungkus benih seledri yang akan kita tanam menggunakan gunting, kemudian tuangkan benih tersebut kedalam mangkok kecil. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita saat melakukan penanaman benih pada media rockwool.

 - Penanaman Benih
(Photo penanaman benih pada pembibitan seledri hidroponik)
Cara memindahkan benih kemedia rockwool dapat dilakukan dengan cara membasahi jari dengan air kemudian ambil benih seledri tersebut dengan jari dan seterusnya pindahkan pada media rockwool tadi. Lakukan secara berulang-ulang hingga seluruh rockwool terisi oleh benih seledri.

- Penutupan Dengan Plastik
(Photo penutupan menggunakan plastik pada pembibitan seledri hidroponik)
Tutuplah media persemaian menggunakan plastik hitam atau semacamnya, hal ini berguna untuk membantu mempercepat pemecahan benih sehingga selajutnya akan muncul tunas. Kemudian simpanlah pada tempat yang gelap selama kurang lebih 7 hari, hingga benih pecah dan keluar tunas.

 - Pembukaan Plastik
(Photo perkecambahan seledri hidroponik)
Setelah 7 hari ditutup dengan plastik hitam, kemudian bukalah plastik tersebut karena benih biasanya sudah mulai berkecambah. Letakkanlah media persemaian tersebut pada suhu ideal tidak terlalu panas hingga kecambah menghasilkan daun untuk selanjutnya dapat dipindahkan pada pembesaran.

- Pemindahan Seledri
(Photo psmindahan bibit seledri)
Lakukan pemindahan bibit seledri setelah seledri memiliki jumlah daun sekitar 2 helai, masukkan kedalam netpot yang telah tersedia. Untuk selanjutnya bibit seledri dapat dipindahkan kedalam instalasi hidroponik.

- Pembesaran Seledri 
(Photo pembesaran seledri hidroponik)
Tanaman seledri dapat diaplikasikan pada hidroponik sistem sistem DFT dan NFT dengan syarat pH air konstan 6,5, dengan menggunakan PPM awal 500 PPM.

- Panen
(Photo Seledri siap panen)
Waktu panen tanaman seledri hidroponik sudah dapat dilakukan setelah kurang lebih 120 hari.

Sekian tuttorial singkat dari saya tentang bagaimana cara menanam seledri secara hidroponik, cukup mudah bukan? Bagi yang masih bingung bisa tulis comen diawah ya...

Cara MENGENCERKAN NUTRISI AB Mix

Cara MENGENCERKAN NUTRISI AB Mix

1. Persiapkan Bahan dan Alat

            
(Photo Bahan dan alat dalam pengenceran nutrisi Hidroponik)
 Adapun bahan yang digunakan:
- Nutrisi AB Mix
- Air bersih

Alat yang digunakan:

- Gunting
- Gayung
- Ember (1 putih dan 2 ember merah) 
- Jerigen 5 liter
- Corong

2. Masukkan Air Kedalam Ember Merah

(Photo penambahan air)
Air yang digunakan dalam pelarutan nutrisi ini adalah air yang bersih dengan pH yang normal ya, sekitar 5,5-7. hal ini perlu diperhatikan, apabila kondisi air yang cenderung asam, maka akan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat sehingga hasil panenan pun tidak maksimal.

Jumlah air yang diperlukan untuk 1 timba adalah sebanyak 5 liter air untuk melarutkan 1 bungkus nutrisi. 

Pengenceran nutrisi haruslah dilakukan secara terpisah antara nutrisi A dan nutrisi B dengan ember yang terpisah pula, maka dari itu disini kita akan membutuhkan 5 liter untuk ember pertama khusus nutrisi A, dan 5 liter untuk ember kedua khusus untuk nutrisi B.

3. Masukkan Nutrisi Kedalam Ember
Kini ada banyak sekali produk nutrisi hidroponik siap pakai yang beredar dipasaran dengan komposisi unsur hara yang bermacam-macam, namun disini saya menggunakan nutrisi AB Mix yang biasa saya gunakan (Merk disamarkan). Disini kita harus melarutkan nutrisi sesuai dengan petunjuk penggunaan produk tersebut ya.

Next.. dalam 1 nutrisi A dan nutrisi B ini ada lagi kantong kecil ya, isinya adalah unsur hara mikro nya. 

Nutrisi A dimasukkan kedalam ember yang telah berisi air sebanyak 5 liter kemudian aduk menggunakan tangan, selanjutnya bukak kantong kecil yang berisi unsur mikro nya kedalam ember dan aduk kembal hingga tercampur rata.
(Photo pemasukan nutrisi A kedalam ember yang berisi air)
Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk melarutkan Nutrisi B
       
(Photo pemasukan nutrisi B kedalam ember yang berisi air)
4. Pengadukan
(Photo pengadukan nutrisi A dan B)
Lakukanlah pengadukan menggunakan tangan hingga homogen/rata. Ditandai dengan sudah tidak adanya butiran serbuk nutrisi yang berada pada bagian dasar ember, dan jika dirasa masih terasa butiran tersebut, maka lakukanlah pengadukan kembali hingga butiran tersebut hilang dan larut

5. Masukkan Pekatan/Biang Nutrisi A dan B kedalam Wadah

Tahap awal pemasukan pekatan/biang nutrisi A dan B adalah pemberian tanda secara terpisah untuk tiap jerigennya, dapat menggunakan spidol ataupun dapat dengan sticker. 
(Photo pemberian label atau tanda)
Kemudian masukkan pekatan/biang nutrisi A dan B kedalam jerigen tersebut hingga penuh.
(Photo pemasukan pekatan/biang kedalam jerigen)
Catatan: Perlu anda siapkan juga botol tambahan untuk menampung kelebihan pekatannutrisi tersebut karena masa air yang 5 liter + masa nutrisi A dan B akan menghasilkan masa yang berlebih, sehingga sudah dipastikan jerigen 5 liter tidak akan muat untuk menampung semua pekatan tersebut.

6. Pekatan/Biang Siap Pakai
(Photo pemasukan nutrisi A kedalam ember yang berisi air)
(Photo pekatan/biang nutrisi A dan B siap pakai)
Pekatan/Biang Nutrisi ini sudah siap pakai untuk penanaman hidroponik dengan cara diencerkan lagi dengan ari bersih sesuai dengan kepekatan PPM/EC yang diinginkan.

Untuk menjaga agar pekatan/biang nutrisi tetap baik, maka simpanlah pada tempat yang teduh atau disimpat pada tempat dengan suhu ruang, hindari cahaya matahari langsung.
Hambatan Selama Budidaya HIDROPONIK dan SOLUSINYA

Hambatan Selama Budidaya HIDROPONIK dan SOLUSINYA

1. Mati listrik
Masalah: Disaat mati listrik pastinya aliran air dan nutrisi didalam instalasi hidroponik kita pasti terhenti, yang nantinya akan menyebabkan tanaman budidaya akan layu. Apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama dan tidak ditangani secara cepat, maka yang akan terjadi adalah tanaman tersebut akan mati dan mengering.

Solusi: Adapun cara yang digunkan untuk meminimalisir masalah tersebut adalah dengan menggunakan potongan rockwool berukuran besar dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm. Cara kerjanya yaitu disaat aliran pomps terhenti, maka rookwool masih dapat mempertahankan air dan nutrisi hingga maksimal 4 jam kedepan. 

2. Daun Rusak
Masalah: Pada siang hari, disaat suhunya tinggi akan dapat menyebabkan tanaman budidaya menjadi gosong dan dalam kasus lain daun menjadi layu dan rusak. Hal ini biasa terjadi pada lokasi budidaya hidroponik yang tanpa menggunakan naungan, sehingga menyebabkan tanaman mendapatkan asupan sinar matahari yang terlalu berlebihan.

Solusi: Solusinya adalah dengan memasang jaring peneduh dengan intensitas 60 % pada bagian atas. Hal ini akan meminimalisir tanaman agar tidak berlebihan mendapatkan sinar matahari disaat cuaca yang terik.

3. Konsentrasi larutan nutrisi
Masalah: Disaat hari hujan, konsentrasi nutrisi terlarut didalam bak akan semakin sedikit akibat penambahan air yang terus-menerus hingga akhirnya akan meluap dan membuang nutrisi tersebut, masalah lain adalah adanya beberapa senyawa kimia di udara yang ikut terbawa saat hujan sehingga akan menyebabkan masalah serius bagi tanaman.

Solusi: Cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir masalah diatas adalah dengan memasang keran penutup arus balik ke tandon. Disaat hujan turun, tutuplah keran tersebut sehingga air hujan tidak akan masuk kedalam tandon, kemudian buanglah air hujan tersebut sesaat setelah hujan berhenti.
Disaat hujan telah berhenti, tandon yang berisi larutan nutrisi tersebut dapat dikembalikan pada rak budidaya hidroponik. 

4. Pengaturan Debit air Yang Pas
Masalah: Kekurangan debit air nutrisi akan menyebabkan tanaman budidaya hidroponik akan menjadi layu.

Solusi: Jangan menggunakan pompa yang debit yang tinggi karena itu adalah pemborosan daya, solusinya dalah dengan menggunakan pompa dengan tenaga 3/4 PK (500 watt) degan debit air 1 liter/detiknya.

5. Pasokan benih dan nutrisi
Masalah: Disaat bulan-bulan tertentu seperti hari raya dan sebagainya, tentunya kebutuhan sayuran hidroponik akan meningkat pesat. Seiring kebutuhannya yang sangat banyak tentunya kita akan mengalami masalah di kemudian hari salah satunya kekurangan pasokan bahan-bahan seperti benih, rockwool, nutrisi, pH Up-Down dsb. Hal ini terjadi akibat banyaknya pula permintaan bahan tersebut di tingkat pembudidaya hidroponik sehinnga terkadang toko pertanian pun kehabusan stok bahan-bahn tersebut.
Jika kita tidak mengantisipasinya sejak dini, maka yang akan terjadi ialah kita akan kehabisan bahan dan kita akan berhenti ber produksi sayuran hidroponik selama beberapa bulan kedapan. 



Solusi: Kami sarankan untuk menyiapkan stok bahan-bahan tersebut sejak dini menjelang hari-hari kritis tersebut hingga kira-kira cukup untuk 2-4 bulan mendatang.
4 Trik Rahasia IRIT MODAL  USAHA HIDROPONIK

4 Trik Rahasia IRIT MODAL USAHA HIDROPONIK

"Salam petani bedasi" salam sejahtera, alhamdulillah pada kesempatan kali ini penulis masih dapat berbagi info dan tips tentang seputar pertanian dan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Kali ini penulis akan membagikan trick bagaimana caranya untuk menghemat biaya pengeluaran untuk keperluan bahan dan alat-alat hidroponik semoga yang saya share ini mudah dipahami karena sudah kami sertai photo dokumentasi pendukungnya, Oke langsung saja disimak...

1. Pembibitan
Pekebun di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jimmy Halim menerapkan sistem pembibitan nir listrik. la memanfaatkan kolam plastik panjang 10 m, lebar 1 m, untuk meletakkan tray berisi bibit tanaman.
Sebagai wadah nutrisi, ia menggunakan tempat pakan ayam. memasang dua wadah pakan ayam per 10 m kolam plastik. Tempat pakan ayam mengeluarkan nutrisi secara otomatis jika air berkurang. Bibit pun tidak kekurangan nutrisi. “Setiap hari nutrisi dalam tempat pakan ayam diganti,” ujarnya. Biaya pengadaan sarana itu tidak mencapai Rp1.000.000. Bandingkan dengan pekebun yang menerapkan sistem berlistrik, memerlukan biaya Rp2.700.000 per 50 m.

2. Pakai ulang rockwool
Rockwool menjadi ciri khas tanaman hidroponik. Dalam proses pejualan sayuran hidroponik, rockwool biasanya diikut sertakan. Itu cukup menguntungkan produsen karena turut menambah bobot sayuran. Selain tu rockwool mampu menyimpan air setelah tanaman dipanen. Tanaman tetap segar 2—3 hari pascapanen.
Harga media tanam berukuran 5 cmx 60 cm x 120cm mencapai Rp40.000—50.000. Padahal dalam satu bulan, pekebun memerlukan 30 lembar rockwool untuk penanaman di lahan 500 m2. Untuk menghemat penggunaan, pakai ulang rockwool. Caranya, ambil dan kumpulkan rockwool dan tanaman mati di pembibitan atau pembesaran. Bersihkan rockwool, rendam dalam air, lalu gunakan untuk membungkus benih. Selama pembibitan 11—14 hari, amati pertumbuhan bibit. Jika terdapat bibit mati, ambil lagi rockwoolnya untuk membungkus benih baru.

3. Benihkan sendiri
Produksi sayuran hidroponik biasanya menggunakan benih impor dan berharga mahal. Harga sebuah benih selada saja mencapai Rp250—Rp1.000.
Oleh karena itu pekebun dapat menghasilkan benih sendiri seperti bayam. Permintaan pasar terhadap bayam merah yang tinggi, sedangkan ketersediaan benih terbatas di pasaran membuat Jimmy memutuskan membenihkan sendiri bayam merah. “Menanam sendiri dapat menghemat biaya pembelian benih,” ujarnya.
Biaya benih menyerap 1,5% dan total biaya produksi (tidak termasuk biaya listrik). Dengan penggunaan benih sendiri, kualitas sayuran tetap baik.
Bahkan, benih produksi sendiri memiliki daya berkecambah 95%. Sementara benih buatan pabrik 80%. Jimmy memproduksi benih bayam merah secara konvensional di tanah selama tiga bulan.

4. Pemilihan Talang

Beberapa pekebun hidroponik NFT memanfaatkan talang sebagai tempat tanam sayuran. Harga talang berbahan polivinil klorida (PVC) itu relatif mahal. Harga talang per meter Rp 90.000. Untuk menyiasatinya pekebun menggunakan stirofoam untuk menegakkan tanaman. Stirofoam lazim digunakan untuk teknik aeroponik atau rakit apung. Harga stirofoam lebih murah daripada talang, yakni Rp 12.500 per m. Namun, stirofoam mudah berlumut sehingga harus sering dibersihkan.

Lumut juga menyebabkan kebun terlihat kotor dan memicu serangan cendawan. Setelah tiga kali masa panen pekerja harus membersihkan lumut yang muncul di stirofoam. Sementara talang tidak mudah ditumbuhi lumut. Cara membersihkan talang Iebih mudah. Pekerja hanya mengangkat bagian atas, lalu menyikat bagian dalam.

5. Penggabungan meja
Untuk menghemat pemakaian pompa yang berimbas pada penggunaan listrik, Jimmy Halim  menggabungkan tiga meja hidroponik menjadi satu (panjang 12 m). Tiap meja terdapat 10 baris talang, masing-masing talang satu inlet. Semula la menggabungkan dua meja—masirig-masing panjang 4 m—yang dipertemukan dalam satu lubang pembuangan. Artinya ada dua aliran inlet yang berbeda dan saling berhadapan. Semakin banyak inlet tekanan air yang dikeluarkan semakin tinggi. imbasnya, kapasitas pompa semakin besar.
Penggabungan tiga meja tanam tu memiliki satu aliran inlet sehingga tekanan air berkurang. Pompa pun lebih sedikit. Dan lahan 600 m2 awalnya menggunakan pompa 3 PK (2.250—2.400 watt), kini hanya dibutuhkan pompa 1 PK (750—800 watt). Penggabungan meja juga mengefisienkan pemberian pupuk. Jika dalam greenhouse seluas 600 m2 terdapat dua kolam pembuangan masing-masing berkapasitas 1.000 liter larutan nutrisi. Kini dengan luasan sama terdapat sebuah kolam nutrisi.

6. Ozonasi


Peningkatan produksi sayuran hidroponik tanpa naungan dapat dilakukan dengan ozonasi. Seperti yang dilakukan Kunto Herwibowo, pekebun di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ozon terdiri atas oksigen dan atom oksigen bebas. Cendawan dan bakteri yang melewati ozon akan terbakar, sehingga serangan penyakit akan berkurang. Selain tu penggunaan ozon meningkatkan kadar oksigen dalam air. Semakin banyak oksigen, proses respirasi tanaman semakin lancar. Namun, pemberian ozon yang berlebihari dapat membakar tanaman. Oleh karena itu pemberiannya harus terbatas. Pemberian cukup 0,25 mg ozon untuk kapasitas 3—5 liter per 24 jam.
Sistem Hidroponik DUTCH BUCKET

Sistem Hidroponik DUTCH BUCKET

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit dengan pembaca tentang penggunaan sistem hidroponik dengan Dutch Bucket...
(Dutch bucket melon dan tomat sendiri)
Pengunaan dutch bucket dalam hidroponik ini biasanya hanya digunakan untuk menanam tanaman buah seperti melon, tomat, timun, semangka, juga paprika, cabe dsb. Hal ini dikarenakan penggunaan dutch bucket dinilai lebih tepat bila dibandingkan menggunakan sistem hidroponik yang lainnya.

Cara kerja sistem hidroponik Dutch Bucket

(Photo Tandom nutrisi)
Disini air nutrisi, mesin pompa air kami masukkan kedalam bak nutrisi/tandom yang telah ditutupi oleh styrofoam tebal 3 cm berguna untuk menjaga suhu air nutrisi didalam tandom tetap dalam suhu normal untuk pertumbuhan.
(Photo pipa utama)
Menuju tahap pemompaan air menggunakan mesin pompa air celup yang biasanya digunakan untuk aquarium dengan tekanan air yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Photo diatas adalah selang utama yang mengalirkan nutrisi untuk kemudian dibagi lagi menjadi beberapa saluran untuk  pembagi pada tiap bucket.
'
(Photo pipa yang mengalirkan nutrisi untuk tiap bucket)
Ini adalah photo saluran pembagi nutrisi untuk tiap bucket berisi tanaman. Disini kami menggunakan tin untuk membagi nutrisi untuk tiap bucketnya.
(Photo penampakan didalam bucket)
Nah, didalam bucket tersebut dapat kita lihat air nutrisi akan langsung menuju media hydrotone yang mana disisi ujung keujung ada 2 tanaman melon. Penempatan melon yang agak berjauhan ini bertujuan untuk menjauhkan akar tanaman agar tidak saling mengikat dan saling berebut nutrisi  serta oksigen sehingga akar dari tiap tanaman akan dapat leluarsa dan lapang.
(Photo tutup untuk menutup bucket)
Untuk menjaga suhu air tetap normal menjaga dari lumut dan jentik nyamuk, maka buatlah tutup buat bucket tersebut dengan menggunakan styrofoam ataupun plastik lembaran yang berlubang sebagai tempat masuknya nutrisi. 
(Photo pipa saluran pembuangan nutrisi)
Selanjutnya air nutrisi yang masuk kedalam bucket jika berlebih maka akan dikeluarkan melalui saluran pembuangan untuk selanjutnya nutrisi akan turun kembali menuju tandom/ bak nutrisi. Disini usahakan buat saluran pembuangan tidak terlalu rendah untuk menjaga disaat listrik mati, karena disaaat listrik mati maka aliran air pun akan berhenti sehingga dengan cara ini akan membuat bucket tetap berisi nutrisi dalam jumlah yang cukup menjelang listrik kembali hidup.
(Photo air nutrisi kembali menuju bak nutrisi/tandom)
Selanjutnya air nutrisi tersebut akan kembali turun menuju tandom nutrisi untuk selanjutnya akan dialirkan kembali pada tanaman.
(Photo perangkap hama/insect trap)
Untuk mencegah dari gangguan hama, janganlah langsung menggunakan pestisida kimia karena itu dapat membahayakan kesehatan manusia serta tidak dianjurkan didalam seluruh sistem hidroponik yang harus bersih dari pestisida .

Maka cara yang aman, buatlah perangkap hama/insect trap yang terbuat dari botol bekas yang diberi lem perangkap hama serangga, obat ini biasanya berwarna kuning untuk menarik hama supaya datang hinggap dan akhirnya lengket pada perangkap. Untuk setiap 1 instalasi dutch busket dapat dipasang sebanyak 1-2 insect trap tersebut.
SELAMAT MENANAM...