Tampilkan postingan dengan label Perbanyakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbanyakan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2018

Cara STEK Pucuk Jabon Merah

Cara STEK Pucuk Jabon Merah

🌾 Cara dan Teknik Stek pucuk Jabon Merah

1. Potong bahan tanaman (eksplan) menggunakan gunting setek dengan panjang (4-8 cm) atau minimal 2 mata tunas (2 ruas daun)
2. Rendam eksplan menggunakan larutan antistres 
3. Potong daun dan sisakan sepertiga untuk mencegah penguapan berlebih
4. Rendam 10 menit dalam larutan bakterisida dan fungisida
5. Oleskan pasta perangsang akar
6. Tanam dalam polibag
7. Sungkup dengan plastik, siram 2 kali sehari
8. Pada 10—14 had pascapemotongan, eksplan menumbuhkan akar dan tunas
9. Pindahkan dalam naungan jaring peneduh 1—2 minggu
10. Setelah kuat keluarkan dan biarkan terkena sinar matahari langsung. Dalam 2 bulan, bibit setek mencapai tinggi 15—20 cm dan siap plndah lahan.

Cara CANGKOK Tanaman Dengan Sabut Kelapa

Cara CANGKOK Tanaman Dengan Sabut Kelapa

🌾 Cara dan Teknik Cangkok dengan sabut kelapa

 1. Proses Pelukaan
- Pembuangan Kulit
Pilihlah bagian dahan muda yang sehat dengan diameter batang sekitar 4 cm, kemudian buatlah sayatan dengan menggunakan pisau sepanjang sekitar 2-3 cm saja. Buanglah kulit batang hingga yang tersisa adalah batang yang yang licin tampa kulit seperti pada gambar.

- Pengerikan
Lakukan juga proses pengerikan pada dahan yang telah bersih namun jangan terlalu dalam, cukup 3-4 kali pengerikan saja.

- Proses Selanjutnya 
Lakukanlah proses pembiaran terhadap dahan yang telah di kupas kulit dan dikerik tersebut selama beberapa hari sekitar 2-4 hari berguna untuk mempercepat munculnya akar pada media cangkokan, atau dapat juga dioleskan dengan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) yang tersedia di toko pertanian terdekat, silahkan minta rekomendasi produk dari penjual tersebut.

2. Pemasangan Media Cangkok
- Pemasangan Sabut Kelapa
Sabut kelapa disusun rapi pada dahan (seperti digambar) kemudian diikat dengan tali yang kuat (jangan rapia) ikatlah mulai dari bagian dalam sabut. Selanjutnya tekuklah sabut kelapa tersebut hingga kemudian dapat membentuk sebuah mangkok untuk tempat peletakan media campuran tanah dengan pupuk.

- Penambahan Media Cangkok
Tahanlah bagian bawah sabut kelapa hingga membentuk mangkok, kemudian masukkan media cangkok dengan bantuan sendok semen secara berlahan-lahan hingga terisi secara penuh.

- Tutup Bagian Sabut
Selanjutnya setelah sabut terisi media secara penuh, kemudian lakukan penutupan sabut kelapa tersebut.

- Ikat Media Cangkok
Tali yang digunakan untuk mengikat media cangkok adalah tali yang kuat, boleh dengan kabel, atau dengan tali plastik (jangan rapia). Ikatlah secara kuat agar tidak mudah goyah sehingga akar yang telah tumbuh tetap aman berada pada media cangkokan.

- Siram Media Cangkok
Siramlah media cangkokan dengan air bersih hingga media cangkokan mencapai titik jenuh terhadap air. Lakukan juga penyiraman ini secara berkala disaat media cangkkan tersebut dirasa sudah kering.

3. Pengamatan
Selanjutnya lakukanlah pengamatan pada pertumbuhan akar dari cangkokan pada tanaman tersebut. Kira-kira sekitar 2-3 bulan kedepan cangkokan sudah dapat dipisahkan dari tanaman indukan tersebut, untuk selanjutnya dipindahkan pada polybag yang lebih besar lagi.

Cara cangkok dengan sabut kelap ini dapat diaplikasikan pada semua tanaman yang berkambium (kayu) yaitu seperti cangkok tanaman klengkeng, matoa, mangga, jambu air, jambu biji, jeruk, coklat, durian, nangka, bunga dsb..

Cara CANGKOK PEPAYA Secara Mudah

Cara CANGKOK PEPAYA Secara Mudah


🌾 Cara dan Teknik Cangkok pepaya

1. Persiapan Bahan Dan Alat
- Pemilihan Tanaman
Pepaya yang akan dicangkok dapat berasal dari jenis pepaya lokal ataupun pepaya yang hasil dari persilangan (hibrida) sesuai dengan ketersediaan indukan yang akan dicangkok. 

Pilihlah tanaman pepaya yang sehat yang terhindar dari berbagai penyakit khusus pada pepaya. Pepaya yang akan dicangkok haruslah memiliki beberapa cabang yang sehat, jangan lakukan pencangkokan pada batang utama yang belum bercabang karena akan membuat tanaman utama menjadi mati. Kemudian pilihlah batang pepaya yang memiliki percabangan dengan diameter batang tidak terlalu besar sehingga  memudahkan untuk melakukan proses pencangkokan. 

- Media Cangkok
Media yang akan digunakan sebagai tempat perakaran cangkokan adalah media yang berasal dari campuran tanah, cocopeat, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan yang dapat disesuaikan dengan keinginan.

-  Alat Kerja
Adapun alat yang digunakan diantaranya adalah: pisau, stik kayu, plastik 1/2 kg, dan tali.

2. Persiapan Media Cangkok

- Pembungkusan Media
Masukkan media cangkok yang telah dicampur tadi kedalam plastik berukuran 1/2 kg secara penuh, kemudian dipadatkan dan diikat.

- Pengoyakan Plastik
Koyaklah media cangkok tersebut dengan pisau, berguna untuk memudahkan proses penyerapan air kedalam media cangkok. 

- Perendaman Media

Rendamlah media cangkok pada timba yang berisi air yang telah disediakan, kemudian tunggulah hingga media cangkok basah hingga mencapai titik jenuh terhadap air, selanjutnya angkat. 

3. Aplikasi Pencangkokan
- Pelukaan Pada Dahan
Buatlah sayatan pada dahan pepaya yang telah dipilih dengan menggunakan sebilah pisau, usahakan sayatan hanya mencapai titik tengah dahan (atau lebih sedikit) dan jangan sampai putus karena akibatnya fatal, proses pencangkokan akan gagal.

 - Pemberian Ganjal
Pemberian ganjal dilakukan dengan cara memasukkan stik kayu yang telah disediakan kedalam sayatan dahan tersebut, hingga yang akan kita dapatkan adalah sayatan dahan tersebut tetap terbuka sebagai tempat munculnya perakaran tanaman pepaya tersebut.

- Tempelkan Media Cangkok
Ambil media tadi untuk ditempelkan pada bagian dahan yang telah disayat secara hati-hati. Penempelan media dilakukan dari bagian bawah sehingga pas pada sayatan dan media pun tidak tumpah serta berceceran. 

- Pengikatan Media

Ikatlah media yang telah ditempel tadi dengan menggunakan tali awet, karena proses pencangkokan membutuhkan rentang waktu yang cukup lama, sehingga diharapkan selama proses pencangkokan tersebut, tali tidak lapuk dan lepas.

4. Pengamatan 

Lakukanlah pengamatan secara berkala pada cangkokan yang sedang di diusahakan, biasanya dalam jangka waktu kurang lebih 2-3 bulan biasanya cangkokan sudah memiliki banyak akar dan sudah bisa untuk dipisahkan dari batang utama.

Kesimpulan: ternyata cara cangkok ini dapat diaplikasikan pada tanaman yang tidak berkambium seperti pepaya ini dan cara mencangkoknya juga cukup mudah. Silahka dicoba.....
Cara CANGKOK Tanaman Secara Mudah

Cara CANGKOK Tanaman Secara Mudah

🌾 Cara dan Teknik Cangkok Tanaman

1. Persiapan Bahan Dan Alat
- Pemilihan Tanaman 
Pilihlah jenis tanaman yang akan di cangkok, dapat berasal dari jenis farietas lokal maupun, dari farietas hibrida yang unggul sesuai dengan keinginan kamu.

Pilihlah tanaman yang memiliki percabangan yang sehat dan terbebas dari berbagai penyakit yang nantinya untuk dilakukan pencangkokan.

- Media Cangkok
Untuk media kurang lebih sama dengan sebelumnya yaitu dari campuran tanah, cocopeat, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan yang dapat disesuaikan dengan keinginan.

- Siapkan Alat Kerja
Adapun alat yang digunakan diantaranya adalah: pisau, plastik 1/2 kg, tali, gunting, dan polybag.

2. Persiapan Media
- Pembungkusan Media
Tahap awal masukkan campuran media cangkok tersebut kedalam kantong plastik berukuran 1/2 kg secara penuh, selanjutnya dipadatkan danterus diikat.

- Pengoyakan Plastik
Koyaklah plastik pembungkus media cangkok tersebut dengan sebilah pisau, gunanya adalah untuk mempermudah proses penyerapan air kedalam media cangkok. 

 - Perendaman Media
Rendamlah media tersebut kedalam sebuah timba didalamnya berisi air yang bersih, kemudian tunggu sampai media cangkok basah hingga jenuh dengan air, selanjutnya media cangkok diangkat. 

3. Aplikasi Cangkok
- Pelukaan Pada Dahan
Buatlah sayatan dengan menggunakan pisau kemudian buang bagian kulit dari dahan tanaman tersebut, hingga terlihat bagian batang dalam yang licin.

Panjang sayatan pada dahan ini dapat disesuaikan, namun biasanya sekitar 2-3 cm saja.

- Pengikisan Pada Dahan
Lakukan pengikisan pada dahan yang telah pisahkan dari kulitnya tersebut dengan menggunakan pisau secara hati-hati dan jangan terlalu dalam, cukup 3 kali saja atau lebih. Hal ini berguna untuk memacu munculnya pertumbuhan akar dari batang, sehingga lebih cepat dan tidak terlalu lama menunggu hasil dari cangkokan tanaman tersebut.

- Tempel Media Pada Dahan
Ambillah media cangkok tadi untuk kemudian ditempelkan pada bagian dahan tanaman yang telah disayat tersebut secara hati-hati. Penempelan media dilakukan dari bagian bawah sehingga menempel pas pada sayatan dan media pun tidak tumpah serta berceceran. 

- Pengikatan Media
Ikatlah media tadi dengan tali secara kuat hingga media tidak mudah jatuh.

4. Pengamatan
Lakukanlah pengamatan secara rutin pada tanaman yang sedang dicangkok tersebut, dalam jangka 2-3 bulan tanaman sudah berakar dan sudah siap untuk dipindah tanam pada polibag.

5. Pemisahan Cangkokan
Pisahkan cangkokan yang sudah memiliki banyak akar tersebut dari tanaman utama, dengan cara memotong tangkainya dengan bantuan gunting secara hati-hati dan usahakan tidak merusak perakaran dari cangkokan tersebut.  

6. Pemindahan Ke Polybag
- Pembuangan Daun
Buanglah daun pada dahan hasil cangkokan tersebut hingga habis. Hal ini berguna untuk menekan tingkat transpirasi tanaman, serta mempercepat munculnya tunas baru pada sekitar ketiak daun yang nantinya akan berkembang menjadi menjadi besar.
- Penanaman Di Polybag
Masukkan hasil cangkokan tersebut kedalam polybag 2 kg kemudian diisi dengan campuran tanah, cocopeat, pupuk kompos dan kandang, kemudian padatkan. 


Cara cangkok ini dapat diaplikasikan pada semua tanaman yang berkambium (kayu) yaitu seperti cangkok tanaman klengkeng, matoa, mangga, jambu air, jambu biji, jeruk, coklat, durian, nangka, bunga dsb..
Cara STEK TANAMAN Secara Mudah

Cara STEK TANAMAN Secara Mudah

🌾 Cara dan Teknik Stek Tanaman

1. Persiapan Bahan
- Tanaman
Adapun bahan penting yang harus dipersiapkan dalam proses stek tanaman yaitu yang paling pertama adalah tanaman sebagai objek stek. Tanaman tersebut haruslah tanaman yang unggul dan sehat dari berbagai penyakit, sehingga akan dihasilkan hasil stek yang baik.

Ambil bagian ranting tanaman yang sudah siap untuk stek, yaitu bagian ranting yang muda, kemudian ambillah tanaman sepanjang 15 cm dengan menyisakan satu percabangan yang sehat yang nantinya akan tumbuh tunas hingga nanti menjadi besar.
- Media Stek
Siapkan bahan media stek berupa tanah yang gembur dengan pH tanah yang netral diantara 5,5-7. Dapat juga ditambahkan bahan pupuk kompos untuk dasaran serta menambah kesuburan dari media tersebut.

Masukkan tanah media tersebut kedalam polybag 2 kg hingga penuh yang nantinya akan dijadikan sebagai media untuk stek tanaman pada proses awal.

2. Proses Stek
- Penanaman Ke Media Stek
Ambillah bahan stek tersebut kemudian tancapkan bahan stek tersebut ke media tanah yang telah disediakan. Sebelum ditancapkan ke media, dapat juga dioleskan terlebih dahulu dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) yang tersedia di toko pertanian terdekat dengan merk yang bermacam-macam. Hal ini berguna untuk memacu pertumbuhan akar pada stek sehingga tingkat kegagalan stek menjadi rendah.

3. Penanaman Dilahan
- Buka Plastik Polybag
Usahakan dalam pembukaan plastik polybag ini dilakukan dengan cara hati-hati sehingga tidak merusak perakaran yang nantinya akan menyebabkan tanaman menjadi stres.
- Pembuatan Lubang Tanam 
Buatlah lubang tanam padau lahan pembesaran tanaman tersebut, buatlah lubang dengan lebar 15x15 cm dan kedalaman 15 cm.
 - Penutupan Lubang
Tututuplah lubang yang berisi tanaman tersebut dengan tanah hingga tertutup secara penuh, kemudian dipadatkan dengan bantuan alat cangkul.
 - Penyiraman
Siramlah tanaman yang baru dipindah tersebut dengan air bersih hingga mencapai titik jenuh, diharapkan dengan penyiraman tersebut dapat mengurangi tingkat stres tanaman pada lahan yang baru.

4. Perawatan

- Penyiraman
Lakukanlah penyiraman secara rutin pada tanaman, agar tanaman dapat tumbuh subur.
 - Penyiangan Gulma
Bersihkanlah tanaman hasil stek tersebut dari gangguan gulma secara berkala, yaitu disaat populasi gulma tersebut sudah teerlampau banyak dan mulai menutupi areal perakaran tanaman.

- Pegendalian Hama dan Penyakit
Lakukan pengendalian secara terpadu diamana ada 3 tingkat pengendalian yaitu dengan cara yang disesuaikan dengan tingkat gangguan dari hama dan penyakit yang menyerang tanaman.

Bila keberadaan hama sudah melewati ambang batas serangan, maka perlu diberikan tindakan ekstra yaitu dengan memberikan pestisida untuk membasmi hama yang merajalela pada tanaman sehingga tanaman dapar tumbuh dan besar.

Stek ini dapat diaplikasikan pada semua tanaman yang berkambium (kayu) yaitu seperti stek tanaman klengkeng, matoa, mangga, jambu air, jambu biji, jeruk, coklat, durian, nangka, bunga dsb..